Strategi Pendjadwalan
Terdapat dua strategi penjadwalan, yaitu:
Penjadwalan nonpreemptive (run – to – completion)
Penjadwalan preemptive
Penjadwalan Nonpreemptive
Begitu proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses
tidak dapat diambil alih oleh proses lain sampai proses itu selesai.
Penjadwalan Preemptive
Saat proses diberi jatah waktu pemroses maka pemroses
dapat diambil alih proses lain sehingga proses disela sebelum selesai dan harus
dilanjutkan menunggu jatah waktu pemroses tiba kembali pada proses itu.
Penjadwalan preemptive berguna pada sistem dimana
proses-proses yang mendapat
perhatian tanggapan pemroses secara cepat. Misalnya:
– Pada sistem waktu nyata, kehilangan interupsi (yaitu
interupsi tidak segera dilayani) dapat
berakibat fatal.
– Pada sistem interaktif/time-sharing, penjadwalan
preemptive penting agar dapat
menjamin waktu
tanggap yang memadai.
Penjadwalan preemptive bagus, tapi tidak tanpa ongkos. Perlaihan proses (yaitu
proses beralih ke proses lain) memerlukan overhead (karena banyak tabel yang
dikelola). Agar preemptive efektif, banyak proses harus berada di memori utama
sehingga proses-proses tersebut dapat segera running begitu diperlukan.
Menyimpan banyak proses tak running benar-benar di memori merupakan suatu
overhead tersendiri.
Algoritma Penjadwalan
Terdapat banyak algoritma penjadwalan ,baik nonpreemptive
maupun preemptive.
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi
nonpreemptive diantaranya:
– FIFO (Frist In First Out)
– SJF (Shortest Job First)
– HRN (Highest Ratio Net)
– MFQ (Multiple Feedback Queues).
Algoritma-algoritma yang menerapkan strategi preemptive
diantaranya:
– RR (Round Robin)
– SRF (Shortest remaining First)
– PS (Priority Schedulling)
– GS (Guaranteed Schedulle)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar